Rabu, 23 April 2014

IDK 1 (Ilmu Dasar Keperawatan 1) : Anatomi Fisiologi Urinaria

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Sistem perkemihan atau sistem urinaria, adalah suatu sistem dimana terjadinya proses penyaringan darah sehingga darah bebas dari zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih di pergunakan oleh tubuh.  Zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh larut dalam air dan dikeluarkan berupa urin (air kemih).
Sistem urinaria adalah sistem organ yang memproduksi, menyimpan, dan mengalirkan urin.
B.     Tujuan
1.      Untuk mengetahui anatomi dan fisiologi dari sistem urinaria dan ginjal
2.      Untuk mengetahui mekanisme yang terjadi di dalam anatomi sistem urinaria dan ginjal
3.      Untuk mengetahui fungsi-fungsi dari sistem urinaria dan ginjal









BAB II
PEMBAHASAN
A.    Susunan Sistem Urinaria
1.      GINJAL
Kedudukan ginjal terletak dibagian belakang dari kavum abdominalis di belakang peritonium pada kedua sisi vertebra lumbalis III, dan melekat  langsung pada dinding abdomen.
Bentuknya seperti biji buah kacang merah (kara/ercis), jumlahnaya ada 2 buah kiri dan kanan, ginjal kiri lebih besar dari pada ginjal kanan.
Pada orang dewasa berat ginjal ± 200 gram. Dan pada umumnya ginjal lakilaki lebih panjang dari pada ginjal wanita.
Satuan struktural dan fungsional ginjal yang terkecil di sebut nefron. Tiaptiap nefron terdiri atas komponen vaskuler dan tubuler. Komponen vaskuler terdiri atas pembuluhpembuluh darah yaitu glomerolus dan kapiler peritubuler yang mengitari tubuli. Dalam komponen tubuler terdapat kapsul Bowman, serta tubulus-tubulus, yaitu tubulus kontortus proksimal, tubulus kontortus distal, tubulus pengumpul dan lengkung Henle yang terdapat pada medula.
Kapsula Bowman terdiri atas lapisan parietal (luar) berbentuk gepeng dan lapis viseral (langsung membungkus kapiler golmerlus) yang bentuknya besar dengan banyak juluran mirip jari disebut podosit (sel berkaki) atau pedikel yang memeluk kapiler secara teratur sehingga celah-celah antara pedikel itu sangat teratur.
Kapsula bowman bersama glomerolus disebut korpuskel renal, bagian tubulus yang keluar dari korpuskel renal disabut dengan tubulus kontortus proksimal karena jalannya yang berbelok-belok, kemudian menjadi saluran yang lurus yang semula tebal kemudian menjadi tipis disebut ansa Henle atau loop of Henle, karena membuat lengkungan tajam berbalik kembali ke korpuskel renal asal, kemudian berlanjut sebagai tubulus kontortus distal.
a.       Bagian-Bagian Ginjal
Bila sebuh ginjal kita iris memanjang, maka aka tampak bahwa ginjal terdiri dari tiga bagian, yaitu :
i.                    Kulit Ginjal (Korteks)
Pada kulit ginjal terdapat bagian yang bertugas melaksanakan penyaringan darah yang disebut nefron.. Pada tempat penyarinagn darah ini banyak mengandung kapiler kapiler darah yang tersusun bergumpalgumpal disebut glomerolus. Tiap glomerolus dikelilingi oleh simpai bowman, dan gabungan antara glomerolus dengan simpai bowman disebut badan malphigi.
Penyaringan darah terjadi pada badan malphigi, yaitu diantara glomerolus dan simpai bownman. Zatzat yang terlarut dalam darah akan  masuk  kedalam simpai bowman. Dari sini maka zatzat tersebut akan menuju  ke pembuluh  yang merupakan lanjutan dari simpai bowman yang terdapat di dalam sumsum ginjal.
ii.                  Sumsum Ginjal (Medula)
Sumsum ginjal terdiri beberapa badan berbentuk kerucut yang disebut piramid renal.  Dengan dasarnya menghadap korteks dan puncaknya disebut apeks atau papila renis, mengarah ke bagian dalam ginjal. Satu piramid dengan jaringan korteks di dalamnya disebut lobus ginjal. Piramid antara 8 hingga 18 buah tampak bergarisgaris karena terdiri atas berkas saluran paralel (tubuli dan duktus koligentes). Diantara pyramid terdapat jaringan korteks yang disebut dengan kolumna renal. Pada bagian ini berkumpul ribuan pembuluh halus yang merupakan lanjutan dari simpai bownman. Di dalam pembuluh halus ini terangkut urine yang merupakan hasil penyaringan darah dalam badan malphigi, setelah mengalami berbagai proses.
iii.                Rongga Ginjal (Pelvis Renalis)
Pelvis Renalis adalah ujung ureter yang berpangkal di ginjal, berbentuk corong lebar. Sabelum berbatasan dengan jaringan ginjal, pelvis renalis bercabang dua atau tiga disebut kaliks mayor, yang masing-masing bercabang membentuk beberapa kaliks minor yang langsung menutupi papila renis dari piramid. Kliks minor ini menampung urine yang terus kleuar dari papila. Dari Kaliks minor, urine masuk ke kaliks mayor, ke pelvis renis ke ureter, hingga di tampung dalam kandung kemih (vesikula urinaria).
b.      Fungsi Ginjal:
i.                    Mengekskresikan zat-zat sisa metabolisme yang mengandung nitrogennitrogen, misalnya amonia.
ii.                  Mengekskresikan zat-zat yang jumlahnya berlebihan (misalnya gula dan vitamin) dan berbahaya (misalnya obatobatan, bakteri dan zat warna).
iii.                Mengatur keseimbangan air dan garam dengan cara osmoregulasi.
iv.                Mengatur tekanan darah dalam arteri dengan  mengeluarkan  kelebihan asam atau basa.
c.       Tes Fungsi Ginjal Terdiri Dari :
i.                    Tes untuk protein albumin
Bila kerusakan pada glomerolus atau tubulus, maka protein dapat bocor masuk ke dalam urine.
ii.                  Mengukur konsentrasi urenum darah
Bila ginjal tidak cukup mengeluarkan urenum maka urenum darah naik di atas kadar normal (20-40) mg%.
iii.                Tes konsentrasi
Dilarang makan atau minum selama 12 jam untuk melihat sampai seberapa tinggi berat jenisnya naik.
d.      Peredaran Darah dan Persyarafan Ginjal
i.                    Peredaran Darah
Ginjal mendapat darah dari aorta abdominalis yang mempunyai percabangan arteria renalis, yang berpasangan kiri dan kanan dan bercabang menjadi arteria interlobaris kemudian menjadi arteri akuata, arteria interlobularis yang berada di tepi ginjal bercabang menjadi kapiler membentuk gumpalan yang disebut dengan glomerolus dan dikelilingi leh alat yang disebut dengan simpai bowman, didalamnya terjadi penyadangan pertama dan kapilerdarah yang meninggalkan simpai bowman kemudian menjadi vena renalis masuk ke vena kava inferior.
ii.                  Persyarafan Ginjal
Ginjal mendapat persyarafan dari fleksus renalis (vasomotor) saraf ini berfungsi untuk mengatur jumlah darah yang masuk ke dalam ginjal, saraf inibarjalan bersamaan dengan pembuluh darah yang masuk ke ginjal. Anak ginjal (kelenjar suprarenal) terdapat di atas ginjal yang merupakan senuah kelenjar buntu yang menghasilkan 2 macam hormon yaitu hormon adrenalin dan hormon kortison.



2.      URETER
Terdiri dari 2 saluran pipa masing-masing bersambung dari ginjal ke kandung kemih (vesika urinaria) panjangnya ± 25-30 cm dengan penampang ± 0,5 cm. Ureter sebagian terletak dalam rongga abdomen dan sebagian terletak dalam rongga pelvis.
Lapisan dinding ureter terdiri dari :
a.       Dinding luar jaringan ikat (jaringan fibrosa)
b.      Lapisan tengah otot polos
c.       Lapisan sebelah dalam lapisan mukosa
Lapisan dinding ureter menimbulkan gerakan-gerakan peristaltik tiap 5 menit sekali yang akan mendorong air kemih masuk ke dalam kandung kemih (vesika urinaria).
Gerakan peristaltik mendorong urin melalui ureter yang dieskresikan oleh ginjal dan disemprotkan dalam bentuk pancaran, melalui osteum uretralis masuk ke dalam kandung kemih.
Ureter berjalan hampir vertikal ke bawah sepanjang fasia muskulus psoas dan dilapisi oleh pedtodinium. Penyempitan ureter terjadi pada tempat ureter terjadi pada tempat ureter meninggalkan pelvis renalis, pembuluh darah, saraf dan pembuluh sekitarnya mempunyai saraf sensorik.
3.      VESIKULA URINARIA ( Kandung Kemih )
Kandung kemih dapat mengembang dan mengempis seperti balon karet, terletak di belakang simfisis pubis di dalam ronga panggul.
Bentuk kandung kemih seperti kerucut yang dikelilingi oleh otot yang kuat, berhubungan ligamentum vesika umbikalis medius.
Bagian vesika urinaria terdiri dari :
a.       Fundus, yaitu bagian yang mengahadap kearah belakang dan bawah, bagian ini terpisah dari rektum oleh spatium rectosivikale yang terisi oleh jaringan ikat duktus deferent, vesika seminalis dan prostate.
b.      Korpus, yaitu bagian antara verteks dan fundus.
c.       Verteks, bagian yang maju kearah muka dan berhubungan dengan ligamentum vesika umbilikalis.
Dinding kandung kemih terdiri dari beberapa lapisan yaitu, peritonium (lapisan sebelah luar), tunika muskularis, tunika submukosa, dan lapisan mukosa (lapisan bagian dalam). Proses Miksi (Rangsangan Berkemih) adalah distensi kandung kemih, oleh air kemih akan merangsang stres reseptor yang terdapat pada dinding kandung kemih dengan jumlah ± 250 cc sudah cukup untuk merangsang berkemih (proses miksi). Akibatnya akan terjadi reflek kontraksi dinding kandung kemih, dan pada saat yang sama terjadi relaksasi spinser internus, diikuti oleh relaksasi spinter eksternus, dan akhirnya terjadi pengosongan kandung kemih.
Rangsangan yang menyebabkan kontraksi kandung kemih dan relaksasi spinter interus dihantarkan melalui serabut-serabut para simpatis. Kontraksi sfinger eksternus secara volunter bertujuan untuk mencegah atau menghentikan miksi. kontrol volunter ini hanya dapat terjadi bila saraf-saraf yang menangani kandung kemih uretra medula spinalis dan otak masih utuh.
Bila terjadi kerusakan pada saraf-saraf tersebut maka akan terjadi inkontinensia urin (kencing keluar terus-menerus tanpa disadari) dan retensi urine (kencing tertahan).
Persarafan dan peredaran darah vesika urinaria, diatur oleh torako lumbar dan kranial dari sistem persarafan otonom. Torako lumbar berfungsi untuk relaksasi lapisan otot dan kontraksi spinter interna.
Peritonium melapis kandung kemih sampai kira-kira perbatasan ureter masuk kandung kemih. Peritoneum dapat digerakkan membentuk lapisan dan menjadi lurus apabila kandung kemih terisi penuh. Pembuluh darah Arteri vesikalis superior berpangkal dari umbilikalis bagian distal, vena membentuk anyaman dibawah kandung kemih. Pembuluh limfe berjalan menuju duktus limfatilis sepanjang arteri umbilikalis.
4.      URETRA
Uretra merupakan saluran sempit yang berpangkal pada kandung kemih yang berfungsi menyalurkan air kemih keluar.
Pada laki- laki uretra bewrjalan berkelok-kelok melalui tengah-tengah prostat kemudian menembus lapisan fibrosa yang menembus tulang pubis kebagia penis panjangnya ± 20 cm.
Uretra pada laki-laki terdiri dari :
a.       Uretra Prostaria
b.      Uretra membranosa
c.       Uretra kavernosa
Lapisan uretra laki-laki terdiri dari lapisan mukosa (lapisan paling dalam), dan lapisan submukosa.
Uretra pada wanita terletak dibelakang simfisis pubis berjalan miring sedikit kearah atas, panjangnya ± 3-4 cm. Lapisan uretra pada wanita terdiri dari Tunika muskularis (sebelah luar), lapisan spongeosa merupakan pleksus dari vena-vena, dan lapisan mukosa (lapisan sebelah dalam). Muara uretra pada wanita terletak di sebelah atas vagina (antara klitoris dan vagina) dan uretra di sini hanya sebagai saluran ekskresi.
B.     Urine (Air Kemih)
1.      Sifat-sifat air kemih
a.       Jumlah eksresi dalam 24 jam ± 1.500 cc tergantung dari masuknya (intake) cairan serta faktor lainnya.
b.      Warna bening muda dan bila dibiarkan akan menjadi keruh.
c.       Warna kuning terantung dari kepekatan, diet obat-obatan dan sebagainya.
d.      Bau khas air kemih bila dibiarkan terlalu lama maka akan berbau amoniak.
e.       Berat jenis 1.015 1.020.
f.       Reaksi asam bila terlalu lama akan menjadi alkalis, tergantung pada diet (sayur menyebabkan reaksi alkalis dan protein memberi reaksi asam).
2.      Komposisi air kemih
a.       Air kemih terdiri dari kira kira 95 % air
b.      Zat-zat sisa nitrogen dari hasil metabolisme protein asam urea, amoniak dan kreatinin
c.       Elektrolit, natrium, kalsium, NH3, bikarbonat, fosfat dan sulfat
d.      Pigmen (bilirubin, urobilin)
e.       Toksin
f.       Hormon
3.      Mekanisme Pembentukan Urine
Dari sekitar 1200ml darah yang melalui glomerolus setiap menit terbentuk 120-125 ml filtrat (cairan yang telah melewati celah filtrasi). Setiap harinyadapat terbentuk 150-180 L filtart. Namun dari jumlah ini hanya sekitar 1% (1,5 L) yang akhirnya keluar sebagai kemih, dan sebagian diserap kembali.
4.      Tahap-tahap Pembentukan Urine
a.       Proses filtrasi
Terjadi di glomerolus, proses ini terjadi karena permukaan aferent lebih besar dari permukaan aferent maka terjadi penyerapan darah, sedangkan sebagian yang tersaring adalah bagian cairan darah kecuali protein, cairan yang tersaring ditampung oleh simpai bowman yang terdiri dari glukosa, air, sodium, klorida, sulfat, bikarbonat dll, diteruskan ke seluruh ginjal.
b.      Proses reabsorpsi
Terjadi  penyerapan kembali sebagian besar dari glukosa, sodium, klorida, fosfat dan beberapa ion karbonat. Prosesnya terjadi secara pasif yang dikenal dengan obligator reabsorpsi terjadi pada tubulus atas. Sedangkan pada tubulus ginjal bagian bawah terjadi kembali penyerapan dan sodium dan ion karbonat, bila diperlukan akan diserap kembali kedalam tubulus bagian bawah, penyerapannya terjadi secara aktif dikienal dengan reabsorpsi fakultatif dan sisanya dialirkan pada pupila renalis.
c.       Augmentasi (Pengumpulan)
Proses ini terjadi dari sebagian tubulus kontortus distal sampai tubulus pengumpul. Pada tubulus pengumpul masih terjadi penyerapan ion Na+, Cl-, dan urea sehingga terbentuklah urine sesungguhnya.
Dari tubulus pengumpul, urine yang dibawa ke pelvis renalis lalu di bawa ke ureter. Dari ureter, urine dialirkan menuju vesika urinaria (kandung kemih) yang merupakan tempat penyimpanan urine sementara. Ketika kandung kemih sudah penuh, urine dikeluarkan dari tubuh melalui uretra.
5.      Mikturisi
Peristiwa penggabungan urine yang mengalir melui ureter ke dalam kandung kemih., keinginan untuk buang air kecil disebabkan penanbahan tekanan di dalam kandung kemih dimana saebelumnmya telah ada 170 23 ml urine.
Miktruisi merupakan gerak reflek yang dapat dikendalikan dan dapat ditahan oleh pusat pusat persyarafan yang lebih tinggi dari manusia, gerakannya oleh kontraksi otot abdominal yang menekan kandung kemih membantu mengosongkannya.
6.      Ciri ciri Urine Normal
Rata rata dalam satu hari 1 2 liter, tapi berbeda beda sesuai dengan jumlah cairan yang masuk. Warnanya bening oranye pucat tanpa endapan, baunya tajam, reaksinya sedikit asam terhadap lakmus dengan pH rata rata 6.















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Sistem perkemihan atau sistem urinaria, adalah suatu sistem dimana terjadinya proses penyaringan darah sehingga darah bebas dari zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih di pergunakan oleh tubuh.  Zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh larut dalam air dan dikeluarkan berupa urin (air kemih).
Susunan Sistem Urinaria terdiri dari Ginjal, Ureter, Vesikula Urinaria, dan Uretra.













DAFTAR PUSTAKA
Syarifuddin, (1992), Anatomi dan Fisiologi Untuk Keperawatan, Jakarta : EGC.
http//www.nurad1k.blogspot.com










IDK 1 (Ilmu Dasar Keperawatan 1) : Keadaan Kenyang dan Puasa

MAKALAH KEADAAN KENYANG DAN PUASA


Disusun Oleh :
Rudiyono                                  108112039
Indah Mumpuni                        108112040
Dwi Esti Mulyaningsih   108112053
Hana Safitri                              108112063
Maykus Ayu Puji Astuti            108112064


SI KEPERAWATAN
STIKES AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH
2013/2014
KATA PENGANTAR

Puji Syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, karena berkat hidayah-Nya “Makalah Keadaan Kenyang dan Puasa” ini  dapat terselesaikan tanpa suatu halangan apapun.
Dalam penyusunan makalah ini penulis telah mendapatkan bantuan dan dorongan dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1.      Bapak Sarwa AMK,S.Pd,M.Kes selaku Ketua STIKES AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH CILACAP
2.      Bapak Sapto selaku Dosen Pembimbing IDK 1
3.      Semua pihak yang telah banyak memberikan fasilitas dan informasi sehingga penulisan makalah ini dapat terselesaikan.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan, untuk itu saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan.
Akhirnya penulis hanya berharap penyusunan makalah ini dapat memberikan manfaat, bukan hanya untuk penulis tetapi untuk semua pihak.



DAFTAR ISI

Sampul............................................................................................................................................... i
Kata Pengantar.................................................................................................................................. ii
Daftar Isi........................................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang...................................................................................................................... 1
2.      Rumusan Masalah.................................................................................................................. 1
3.      Tujuan................................................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
1.      Kenyang................................................................................................................................ 2
2.      Puasa.................................................................................................................................... 2
BAB III PENUTUP

1.      Kesimpulan........................................................................................................................... 9
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kenyang adalah sensasi yang dirasakan jika keinginan untuk makan telah dipenuhi. Nukleus ventromedial adalah pusat kenyang. Stimulasi di daerah ini akan menyebabkan perasaan kenyang sehingga tidak mau makan (afagia), sebaliknya destruksi di daerah ini akan menyebabkan hasrat untuk makan yang berlebih dan dapat berakibat obesitas.
Tubuh manusia memiliki mekanisme alamiah yang digunakan untuk mangatasi kondisi-kondisi yang tak diinginkan, agar tetap dalam kondisi normal. Mekanisme alamiah ini disebut sebagai Hemeostatis.
Dalam  makalah ini membahas lebih lanjut tentang keadaan tubuh saat kenyang dan puasa.
B. Rumusan Masalah
Bagaimana Kondisi tubuh saat kenyang dan puasa?
C. Tujuan
Mengetahui kondisi tubuh saat kenyang dan puasa

BAB II
PEMBAHASAN

A. Kenyang
Kenyang adalah sensasi yang dirasakan jika keinginan untuk makan telah dipenuhi. Nukleus ventromedial adalah pusat kenyang. Stimulasi di daerah ini akan menyebabkan perasaan kenyang sehingga tidak mau makan (afagia), sebaliknya destruksi di daerah ini akan menyebabkan hasrat untuk makan yang berlebih dan dapat berakibat obesitas.
Neurotransmitter dan hormon memegang peranan penting. Substansi biokimia tersebutlah yang menentukan apakah selera makan akan dihambat (kenyang) atau dicetuskan (lapar). Untuk itu dikenal pengkategorian sebagai berikut: (1) Substansi orexigenic yaitu substansi yang mencetuskan rasa lapar dan (2) substansi anorexigenic yang menghambat selera makan (dengan kata lain, kenyang).
Selama makan, kita memasukkan karbohidrat, lemak, dan protein, yang kemudian dicerna dan diserap. Sebagian bahan makanan ini digunakan dalam jalur-jalur yang menghasilkan ATP, untuk memenuhi kebutuhan energi segera. Kelebihan konsumsi bahan bakar yang melebihi kebutuhan energy tubuh dibawa ke depot bahan bakar, tempat bahan tersebut disimpan. Selama periode dari permulaan absorpsi sampai absorpsi selesai, kita berada dalam keadaan kenyang atau keadaan absorptif.

B. Puasa
Tubuh manusia memiliki mekanisme alamiah yang digunakan untuk mangatasi kondisi-kondisi yang tak diinginkan, agar tetap dalam kondisi normal. Mekanisme alamiah ini disebut sebagai Hemeostatis. Dalam keadaan puasa selama 14 jam tubuh tidak mendapatkan supplai makanan, akan tetapi tubuh tetap bertahan.
Ini disebabkan tubuh masih memiliki cadangan energi dalam bentuk lemak yang berasal dari karbohidrat yang disimpan dalam bentuk glikogen. Cadangan energi ini mampu bertahan sampai 25 jam. Dengan demikian, mereka yang berpuasa jangan khawatir menjadi sakit karena memiliki mekanisme alamiah untuk mempertahankan dirinya.

1. Pengaruh mekanisme puasa terhadap fungsi fisiologi tubuh adalah :
a. Pengaruh Puasa terhadap Otak.
Pengaruh puasa terhadap daya ingat sangat besar. Ini diakibatkan oleh karena puasa mengakibatkan tidur semakin nyenyak, dan pada saat tidur nyenyak tersebut terjadi sintesis protein yang digunakan untuk memulihkan fungsi otak.
b. Pengaruh Puasa terhadap Jantung.
Dengan puasa jantung semakin sehat, oleh karena otot-otot jantung diberikan isitrahat yang cukup untuk mengadakan recovery. Selain itu juga ada ion Mg yang berfungsi sebagai kardioprotektor. Kadar plasma Mg rendah selama satu atau dua hari setelah Myocardial infarction dan peluang pasien untuk sembuh dari serangan jantung meningkat bila Mg segera diberikan setelah serangan jantung. Puasa mengecilkan tingkat kematian dalam Myocardial infarction, kemungkinan dengan mengurangi resiko Arrhytmia serius, terutama ventricular vibrillation yang disebabkan oleh kenaikan konsentrasi lokal katekolamin. Kekurangan Mg meningkat ketegangan nadi jantung.
c. Pengaruh Puasa terhadap Sistem Pencernaan.
Diluar bulan Ramadhan alat pencernaan kita bekerja extra keras selama hampir 11 bulan dari 12 bulan dalam satu tahun. Oleh karena itu sepantasnyalah alat pencernaan ini diberi istirahat, paling sedikit satu bulan dalam satu tahun. Makanan yang masuk kedalam tubuh memerlukan proses pencernaan kurang lebih delapan jam, yaitu empat jam diproses didalam lambung dan empat jam didalam usus kecil. Jika makan sahur dilakukan pada pukul empat pagi, berarti pukul 12 siang alat pencernaan selesai bekerja. Dari pukul 12 siang sampai berbuka kurang lebih selama 6 jam, alat pencernaan mengalami istirahat total. Hal ini terjadi selama satu bulan. Masa ini cukup untuk membersihkan makanan yang tertimbun dalam usus besar dan memberikan kepada usus besar untuk beristirahat dari proses pencernaan. Oleh karena itu dalam bulan puasa usus besar bersih dari makanan yang bertumpuk, suatu hal yang menjadikan makanan tidak masam karena tidak dicerna dan membebaskan seseorang dari gas dan bau yang tidak sedap dan rusaknya alat pencernaan.
Selama proses pencernaan didalam lambung, makanan berubah wujud menjadi seperti bubur dengan tingkat keasaman tertentu. Selanjutnya didalam usus kecil diproses, disaring dan diserap sampai tingkat molekular yang amat lembut, yang disebut sari-sari makanan. Setelah proses ini, sari-sari makanan yang mengandung gizi berproses menjadi darah, yang kemudian disupplai keseluruh tubuh.
1) Mekanisme kerja lambung pada saat puasa:
a) SAHUR (Kurang lebih pukul 04.00 pagi).
i Selama empat jam setelah sahur -- Makanan disiapkan dengan keasaman tertentu dilambung, untuk selanjutnya dikirim ke usus kecil.
ii Empat jam berikutnya -- Makanan diubah dari wujud bubur menjadi sari-sari makanan di usus kecil, selanjutnya disupplai keseluruh tubuh melalui pembuluh darah (Kurang lebih pukul 12.00 siang).
iii Enam jam berikutnya -- Alat-alat pencernaan (lambung dan usus kecil) mengalami istirahat selama kurang lebih enam jam (pukul 12.00-18.00)
b) BERBUKA PUASA (Kurang lebih pukul 18.00 sore)
i Total : Kurang lebih empat belas jam selamanya, mulai dari setelah sahur sampai berbuka, tubuh orang yang berpuasa tidak disupplai oleh makanan.
d. Pengaruh Puasa terhadap Ginjal.
Laju filtrasi Glomerular normal, dan gravitasi spesifik air kencing tetap konstan seluruhnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi perubahan apapun pada fungsi kedua ginjal selama shaum dan justru selama ginjal menguraikan timbunan zat sisa yang membahayakan tubuh seperti elektrolit ataupun purin yang dapat menimbulkan penyakit Gout.
e. Pengaruh Puasa terhadap Hepar (Hati)
Dalam kondisi sedang berpuasa, liver melepaskan cadangan glukose dan aktif membentuk glukose baru dari sisa pembakaran glukose sebagai limbah metabolisme.
Aktivitas pelepasan cadangan dan pembentukan glukose baru yang disentralisasi di liver merupakan hasil proses tubuh yang sangat komplek dalam rangka mempertahankan keseimbangan lingkungan dalam tubuh. Proses ini melibatkan hampir seluruh subsistem dan organ tubuh, termasuk didalamnya sistem hormon dan susunan syaraf pusat. Pengendalian fungsi hati dalam metabolisme sangat bergantung pada hormon pankreas, insulin dan glukagon. Hormon insulin bekerja menghambat pembentukan glukose, sedangkan glukagon justru memacu pembentukan serta pelepasan glukose. Sementara itu pelepasan hormon pankreas dipengaruhi oleh kadar glukose plasma (gula darah). Apabila glukose darah turun maka pelepasan insulin dihambat, sedangkan pelepasan glukagon dipacu, sehingga hati akan meningkatkan glukoneogenesis (pembentukan glukose baru) dan melepaskan glukosenya ke darah.
f. Pengaruh Puasa terhadap Kulit
Setiap saat tubuh mengalami metabolisme energi, yaitu peristiwa perubahan dari energi yang terkandung dalam zat gizi menjadi energi potensial dalam tubuh. Sisanya akan disimpan didalam tubuh, sel ginjal, sel kulit, serta dalam bentuk lemak dan glikogen. Cadangan gizi inilah yang sewaktu-waktu akan dibakar menjadi energi jika tubuh tidak mendapat supplai pangan dari luar. Ketika berpuasa, cadangan energi yang tersimpan dalam organ-organ tubuh serta sel-sel penyimpannya. Peristiwa ini lazim disebut Peremajaan Sel. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan bila orang yang sering berpuasa, kulitnya akan menjadi lebih segar dan lembut.
g. Pengaruh Puasa terhadap Hormon
Pada saat-saat tertentu, misalnya disaat sedih, gembira, cemas, bersikap sosial dan yang lainnya. Kelenjar endoktrin menghasilkan zat-zat kimia yang mengeluarkan hormon. Jika tugasnya sudah selesai, pengeluaran hormon dihentikan untuk sementara, sambil menunggu tugas yang sama. Idealnya, hormon-hormon tersebut berfungsi secara seimbang didalam tubuh. Kelebihan atau kekurangan hormon tertentu berakibat buruk bagi kesehatan. Misalnya, kekurangan hormon insulin akan mengakibatkan terkena penyakit. Diabetes Melitus, sedang bila kelebihan akan mengakibatkan hiperglikemia. Demikian dengan hormon-hormon lainnya, kekurangan atau kelebihan produksinya akan menghasilkan efek yang kurang baik bagi tubuh dan kesehatan.
h. Meningkatkan Fungsi Organ Tubuh
Berpuasa berarti memberikan kesempatan interval selama kurang lebih empat belas jam bagi kerja organ-organ tubuh, seperti : lambung, ginjal, liver. Selama itu tubuh tidak menerima makanan ataupun minuman, sehingga menimbulkan efek berupa rangsangan terhadap seluruh sel, jaringan tubuh dan organ tubuh. Efek rangsangan ini akan menghasilkan, memulihkan dan meningkatkan fungsi-fungsi organ sesuai dengan fungsi fisiologisnya, misalnya panca indra menjadi tajam.
2. Pengaruh Puasa terhadap Therapi Penyakit
Berdasarkan penelitian para pakar kesehatan, disamping puasa berdampak menyehatkan fisik juga memiliki efek terhadap penyembuhan penyakit. Penelitian tersebut dilakukan diberbagai tempat seperti Jepang, Korea, Perancis, China, Taiwan dan Amerika Serikat.
Penyakit-penyakit yang biasanya dapat disembuhkan oleh puasa adalah penyakit yang diakibatkan oleh karena terlalu banyak mengkonsumsi salah satu Zat Gizi; baik itu karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral.
3. Perubahan Metabolik Selama Puasa Jangka Panjang
Apabila penggunaan bahan bakar yang terjadi selama puasa terus berlangsung untuk jangka lama, protein tubuh akan cepat dikonsumsi sampai suatu ketika fungsi kritis terganggu. Untungnya, perubahan metabolik yang terjadi selama puasa tidak menghabiskan protein otot. Setelah berpuasa 4 sampai 5 hari, otot mengurangi penggunaan benda keton dan terutama bergantung pada asam-asam lemak untuk memasok energi. Namun, hati terus mengubah asam lemak menjadi benda keton. Hasilnya adalah bahwa konsentarsi benda keton dalam darah meningkat.
Otak mulai menyerap benda keton dan mengoksidasinya menjadi energi. Glukosa tetap dibutuhkan sebagai sumber energi untuk sel darah merah dan otak terus menggunakan glukosa dalam jangka waktu terbatas. Glukosa tersebut dioksidasi menjadi energi dan digunakan sebagai sumber karbon untuk sintesis neurotransmitter. Namun, glukosa tetap dihemat penggunaannya sehingga hati lebih sedikit menghasilkan glukosa selama puasa jangka panjang dibandingkan selama puasa singkat.
Karena simpanan glikogen dalam hati habis dengan puasa sekitar 30 jam, glukoneogenesis adalah satu-satunya proses yang digunakan hati untuk memasok glukosa ke dalam darah. Asam amino yang dihasilkan oleh penguraian protein otot terus berfungsi sebagai sumber utama karbon untuk glukoneogenesis. Namun, karena kecepatan glukoneogenesis menurun selama puasa jangka panjang, protein otot juga dihemat, yakni tidak banyak protein otot yang digunakna untuk proses glukoneogenesis.
Akibatnya, karena produksi glukosa menurun, produksi urea juga berkurang selama puasa jangka panjang dibandingkan dengan produksi pada puasa singkat. Besarnya jumlah jaringan adiposa dalam tubuh kita menjadi penentu utama seberapa lama kita dapat berpuasa, karena jaringan adiposa merupakan pasokan energi utama bagi tubuh. Namun, glukosa masih digunakan dalam tingkat waktu tertentu bahkan selama puasa jangka panjang. Walaupun kita mengalami berbagai masalah, misalnya kehabisan bahan bakar, protein menjadi sangat kurang sehingga jantung, ginjal dan jaringan vital lainnnya berhenti berfungsi, atau kita terserang infeksi segingga tidak cukup mengadakan respon imun. Akhirnya kita meninggal akibat kelaparan.
4. Pengaturan Metabolisme Karbohidrat dan Lemak Selama Puasa
a. Mekanisme di Hati yang Berfungsi Mempertahankan Kadar Glukosa Darah
Selama puasa, rasio insulin/glukagon menurun. Glikogen hati diurai untuk menghasilkan glukosa darah. Enzim untuk penguraian glikogen diaktifkan melalui fosforilasi yang diarahkan oleh cAMP. Glukagon merangsang adenilat siklase untuk membentuk cAMP, yang kemudian mengaktifkan protein kinase A. Protein kinase A melakukan fosforilasi terhadap fosforilasi kinase, yang kemudian melakukan fosforilasi dan mengaktifkan glikogen fosforilase. Protein kinase A juga memfosforilasikan glikogen sintase. Tetapi, enzim tersebut menjadi inaktif
b. Mekanisme yang mempengaruhi lipolisis di jaringan adipose.
Selama puasa, sewaktu kadar insulin darah turun dan kadar glukagon meningkat, kadar cAMP di dalam sel adiposa meningkat. Akibatnya, protein kinase A diaktifkan dan menyebabkan fosforilasi lipase peka hormon. Enzim bentuk terfosforilasi ini menjadi aktif dan memutuskan asam lemak dari triasilgliserol.
c. Mekanisme yang mempengaruhi pembentukan badan keton oleh hati.
Setelah dibebaskan dari jaringan adiposa selama puasa, asam lemak mengalir dalam darah dalam bentuk kompleks dengan albumin. Asam lemak ini dioksidasi oleh berbagai jaringan, terutama otot. Di hati, asam lemak dipindahkan ke dalam mitokondria karena asetil KoA karboksilase inaktif, kadar malonil KoA rendah, dan CPTI aktif. Asetil KoA, yang dihasilkan oleh iksidasi-β, diubah menjadi badan keton.
d. Metabolisme saat kerja fisik.
Saat latihan ringan (seperti berjalan) sampai latihan sedang (seperti lari-lari kecil atau berenang), sel-sel otot mampu membentuk cukup ATP melalui fosforilasi oksidatif untuk memenuhi kebutuhan energi. Untuk mempertahankan terjadinya fosforilasi oksidatif, dibutuhkan cukup oksigen dan nutrient.
Pada kontraksi yang hampir maksimal, pembuluh darah yang masuk ke otot tertekan dan hampir tertutup oleh kontraksi yang kuat, sehingga oksigen sulit masuk ke serat otot. Meskipun oksigen berhasil masuk, fosforilasi oksidatif yang prosesnya relatif lambat tidak dapat memenuhi kebutuhan ATP dengan cukup cepat. Konsumsi energi otot rangka pada latihan berat dapat mencapai 100 kali konsumsi energi pada keadaan istirahat. Karena itu, otot bergantung pada glikolisis untuk menghasilkan ATP meskipun jumlah ATP yang dihasilkan lebih sedikit. Namun, glikolisis adalah proses yang kurang efisien (satu molekul glukosa hanya bisa menghasilkan 2 ATP) dan ada asam laktat yang dihasilkan (menyebabkan pegal) sehingga latihan anaerobik hanya bisa dilakukan pada durasi yang pendek.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kenyang adalah sensasi yang dirasakan jika keinginan untuk makan telah dipenuhi. Nukleus ventromedial adalah pusat kenyang. Stimulasi di daerah ini akan menyebabkan perasaan kenyang sehingga tidak mau makan (afagia), sebaliknya destruksi di daerah ini akan menyebabkan hasrat untuk makan yang berlebih dan dapat berakibat obesitas.
Tubuh manusia memiliki mekanisme alamiah yang digunakan untuk mangatasi kondisi-kondisi yang tak diinginkan, agar tetap dalam kondisi normal. Mekanisme alamiah ini disebut sebagai Hemeostatis. Dalam keadaan puasa selama 14 jam tubuh tidak mendapatkan supplai makanan, akan tetapi tubuh tetap bertahan. Ini disebabkan tubuh masih memiliki cadangan energi dalam bentuk lemak yang berasal dari karbohidrat yang disimpan dalam bentuk glikogen. Cadangan energi ini mampu bertahan sampai 25 jam. Dengan demikian, mereka yang berpuasa jangan khawatir menjadi sakit karena memiliki mekanisme alamiah untuk mempertahankan dirinya.



IDK 1 (Ilmu Dasar Keperawatan) : Tanda dan Gejala Kecukupan oksigen

BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Pernafasan adalah upaya yang dibutuhkan untuk mengembangkan dan membuat paru-paru berkontraksi.  Kerja pernafasan ditentukan oleh tingkat kompliansi paru (kemampuan paru distensi atau mengembang sebagai respon terhadap peningkatan tekanan intraalveoral), tahanan jalan nafas (perbedaan tekanan antara mulut dan alveoli terkait dengan keccepatan aliran gas yang diinspirasi) , keberadaan ekspirasi yang aktif, dan penggunaan otot-otot bantu pernafasan.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah yang dimaksud dengan hipoksia?
2.      Apakah yang dimaksud dengan hipokapnia?
3.      Apakah yang dimaksud dengan hiperkapnia?
4.      Apakah yang dimaksud dengan hipoventilasi?
5.      Apakah yang dimaksud dengan hiperventilasi?

C.     Tujuan
Tujuan yang diharapkan penulis adalah agar pembaca dapat menngetahui dan memahami tentang hipoksia, hipokapnia, hiperkapnia, hipoventilasi, dan hiperventilasi.



BAB II
PEMBAHASAN

A.     Hipoksia
Hipoksia adalah kekurangan O2 di tingkat jaringan atau defisiensi oksigen karena berkurangnya kadar O2 dibandingkan kadar normalnya secara fisiologis dalam jaringan dan Organ. Tanda dan gejala  hipoksia : Rasa cemas, takut, ansieas, tidak mampu berkonsentrasi, penurunan tingkat kesadaran, pusing, perubahan perilaku, disorientasi, peningkatan keletihan, peningkatan frekuensi nadi, peningkatan frekuensi serta kedalaman pernapasan, peningkatan tekanan darah, disritmia jantung (gangguan irama jantung), pucat, sianosis (suatu perubahan warna kulit dan membrane mukosa menjadi kebiruan akibat  adanya hemoglobin yang ersaturasi di kapiler), Clubbing dan Dispnea.
Secarumum hipoksia dibagi dalam empat jenis, keempa kategori hipoksia adalah sebagai berikut :
1.      Hipoksia hiposik yaitu bila PO2 darah dari arteri berkurang.
2.      Hipoksi anemic yaitu bila PO2 darah arteri normal namun jumlah hemoglobin yang tersedia untuk mengangkut O2 berkurang. Saat istirahat, hipoksia akibat anemia tidaklah berat, meskipun begitu penderita anemia mengalami kesulitan cukup besar waktu melakukan aktivitas fisik karena adanya keterbatasan kemampuan untuk meningkatkan pengangkutan O2 ke jaringan  yang aktif.
3.      Hipoksia stagnan atau istemik yaitu bila aliran darah ke jaringan sangat rendah sehingga O2 yang dihantarkan ke jaringan tidak cukup, meskipun PO2 dan kkonsentrasi hemoglobin normal. Hipoksia akibat sirkulas yang lambat merupakan masalah bagi organ seperti ginjal dan jantung saat terjadi syok. Hati dan mungkin jaringan otak mengalami kerusakan akibat hiposia stagnan pada gagal jantung kongestif. Pada keadaan normal, aliran daran ke paru-paru sangat besar, dan dibutuhkan hipotensi jangka panjang untuk menimbulkan kerusakan yang berarti.
4.      Hipoksia Histotoksik, yaitu bila jumlah O2 yang dihantarkan ke jaringan memadai, namun oleh karena kerja suatu agen toksik, sel jaringan tak mampu menggunakan O2 yang diberikan. Hipoksia yang diberikan oleh hambatan proses oksidasi jaringan  paling sering disebabkan keracunan sianida. Sianida menghambat sitokrom oksidase dan mungkin beberapa enzim lainnya. Biru metilen atau nitrit digunakan untuk mengobati keracunan sianida. Zat-zat tersebut bekerja dengan membentuk methemoglobin, yang akan bereaksi dengan sianida, menghasilkan sianmethemoglobin, yakni suatu senyawa non-toksik. Kemampuan pengobatan dengan menggunakan senyawa ini tentu saja terbatas pada jumlah methemoglobin yang dapat terbentuk dengan aman. Pemberian terapi oksigen hiperbarik juga dapat bermanfaat.
Hipoksia dapat disebabkan oleh :
1.      Penurunan kadar hemoglobin dan penurunan kapasitas darah yang membawa O2.
2.      Penurunan konsentrasi oksigen yang diinspirasi
3.      Ketidakmampuan jaringan untuk mengambil O2 dari darah, seperti yang terjadi pada kasus keracunan sianida.
4.      Penurunan difusi O2 dari alveoli ke darah, seperti pada kasus pneumonia
5.      Perfusi darah yang mengandung oksigen di jaringan yang buruk, seperti yang terjadi pada syok.
6.      Kerusakan ventilasi, seperti yang terjadi pada fraktura iga multiple atau trauma dada.
Gejala-gejala hipoksia umum tergantung pada tingkat keparahan dan percepatan onset. Dalam kasus penyakit ketinggian, dimana hipoksia mengembangkan secara bertahap, gejala-gejala termasuk sakit kepala, kelelahan, sesak napas, perasaan euforia dan mual. Pada hipoksia berat, atau hipoksia onset yang sangat cepat, perubahan tingkat kesadaran, kejang, koma, priapisme, dan kematian terjadi. parah hipoksia menginduksi perubahan warna biru pada kulit, yang disebut sianosis. Karena hemoglobin merah gelap bila tidak terikat untuk oksigen (deoxyhemoglobin), yang bertentangan dengan warna merah kaya yang telah ketika terikat oksigen (oksihemoglobin), jika dilihat melalui kulit ini memiliki kecenderungan meningkat untuk memantulkan cahaya biru kembali ke mata. Dalam kasus di mana oksigen dipindahkan oleh molekul lain, seperti karbon monoksida, kulit mungkin muncul 'ceri merah' bukan cyanotic.
Pengobatan hipoksia Untuk mengatasi pengaruh dari-ketinggian penyakit tinggi, tubuh harus kembali arteri PO2 menuju normal. Aklimatisasi, cara-cara yang tubuh beradaptasi dengan ketinggian yang lebih tinggi, hanya sebagian mengembalikan PO2 ke tingkat standar. Hiperventilasi, tubuh yang paling umum respon terhadap kondisi ketinggian-tinggi, meningkatkan alveolar PO2 dengan meningkatkan kedalaman dan tingkat pernapasan. Namun, sementara PO2 tidak membaik dengan hiperventilasi, tidak kembali normal. Studi penambang dan astronom yang bekerja di 3000 meter dan di atas menunjukkan peningkatan alveolar PO2 dengan aklimatisasi penuh, namun tingkat PO2 tetap sama dengan atau bahkan di bawah ambang batas untuk terapi oksigen terus-menerus untuk pasien dengan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Selain itu, ada komplikasi terlibat dengan aklimatisasi. Polycythemia, di mana tubuh akan meningkatkan jumlah sel darah merah dalam sirkulasi, mengental darah, meningkatkan bahaya bahwa jantung tidak dapat memompa itu.
B.     Hipokapnia
Hipokapnia adalah CO2 darah arteri lebih rendah dari normal. Hipokapnia juga merupakan penurunan jumlah karbon dioksida dalam darah yang disebabkan oleh hiperventilasi (pernafasan cepat). Saat melakukan hiperventilasi volunteer, PCO2 darah arteri akan turun dari 40mmHg sampai serendah 15 mmHg, sementara PO2 alveolus meningkat sampai 120-140 mmHg. Tanda dan Gejala Hipokapnia : Sering mendesah, menguap, pusing, palpitasi, tangan dan kaki kesemutan, baal, kedutan otot, kejang
C.     Hiperkapnia
Hiperkapnia adalah peningkatam kadar CO2 dalam cairan tubuh dan sering disertai dengan hipoksia.            Penyeabab utama hiperkapnia adalah penyakit obstruktif saluran napas, obat-obat yang menekan fungsi pernapasan, trauma dada atau pembedahan abdominal yang mengakibatkan pernapasan menjadi dangkal, dan kehilangan jaringan paru.
Tanda hiperkapnia adalah :
kekacauan mental yang berkembang menjadi koma, sakit kepala (vasodilatasi serebral), asteriksis atau tremor kasar pada tangan (flaping tremor), disertai tangan dan kaki yang terasa panas dan berkeringat (akibat vasodilatasi perifer karena hiperkapnia).
 Pada penderita dengan gejala tersebut didapatkan peningkatan PCO2 yang tinggi, asidosis respiratorik berat, dan kadar HCO3 plasma yang dapat melebihi 40 meq/L. Sejumlah besar HCO3 akan diekskresikan, namun HCO3 yang direabsorpsi lebih banyak lagi sehingga HCO3 plasma meningkat dan mengkompensasi sebagaian asidosis.
Hiperkapnia kronik akibat penyakit paru kronik dapat mengakibatkan pasien sangat toleran terhadap PaCO2 yang tinggi, sehingga pernapasan terutama dikendalikan oleh hipoksia. Dalam keadaan ini, bila diberikan oksigen, pernapasan akan dihambat sehingga hiperkapnia bertambah berat. Beberapa mekanisme yang dapat menyebabkan hiperkapnia adalah Drive respiratori yang insufisien, defek ventilatori pump, beban kerja yang sedemikian besar sehingga terjadi kecapaian pada otot pernafasan dan penyakit intrinsik paru.
D.     Hipoventilasi
Hipoventilasi merupakan penyebab hiperkapnia yang paling sering. Selain meningkatnya PaCO2 juga terdapat asidosis respirasi yang sebanding dengan kemampuan bufer jaringan dan ginjal. Penyebab hipoventilasi global adalah overdosis obat yang menekan pusat pernafasan.  Penyebab terjadinya hiperventilasi adalah pernafasan yang sangat cepat dan dalam yang menyebabkan terlalu banyak jumlah karbondioksida yang dikeluarkan dari aliran darah. Jika cemas berkurang dan napas kembali normal, maka hiperventilasi akan mereda. Penyebab yang paling sering ditemukan adalah kecemasan. Penyebab lain dari alkalosis respiratorik : rasa nyeri, sirosis hati, kadar oksigen darah rendah, demam, over doosis aspirin.
Pada klien yang menderita penyakit obstruksi paru, pemberian oksigen yang berlebihan dapat mengakibatkan hipoventilasi. Klien ini beradaptasi terhadap kadar karbon dioksida yang tinggi dan kemoreseptor yang peka pada karbon dioksida yang tinggi dan kemoreseptor yang peka pda hakikatnya tidak berfungsi. Klien ini terstimulus untuk bernapas jika PaO2 menurun. Apabila jumlah oksigen yang diberikan berlebihan, maka kebutuhan oksigen dipenuhi dan stimulus untuk bernapas negative. Konsentrasi oksigen yang tinggi (misalnya lebih besar dari 24% sampai 28% ,1 sampai 3 Liter/menit) mencegah penurunan  PaO2 dan menghilangkan stimulus untuk bernafas, sehingga terjadi hipoventilasi. Retensi CO2 yang berlebihan menyebabkan nafas terhenti.

Tanda dan gejala hipoventilasi alveolar
 Pusing ,Nyeri kepala (dapat dirasakan di daerah oksiptal hanya saat terjaga, Disorientasi , Penurunan kemampuan mengikuti instruksi , Disritmia jantung ,Ketidakseimbangan elektrolit, Konvulsi, Koma
E.      Hiperventilasi
Merupakan upaya tubuh dalam meningkatkan jumlah O2 dalam paru-paru agar pernafasan lebih cepat dan dalam.
Penyebab Dan Mekanisme
Biasanya disebabkan oleh tekanan psikis / stres psikis misalnya histeria, takut yang berlebihan, sedih yang berlebihan atau marah. Napas yang berlebihan menyebabkan perubahan kimiawi darah yaitu meningkatkan level pH menjadi alkalis.
Penyebab terjadinya hiperventilasi adalah pernafasan yang sangat cepat dan dalam yang menyebabkan terlalu banyak jumlah karbondioksida yang dikeluarkan dari aliran darah. Jika cemas berkurang dan napas kembali normal, maka hiperventilasi akan mereda.
Penyebab yang paling sering ditemukan adalah kecemasan. Penyebab lain dari alkalosis respiratorik : rasa nyeri, sirosis hati, kadar oksigen darah rendah, demam, over doosis aspirin. Gejala alkalosis respiratorik dapar membuat penderita cemas dan dapat menyebabkan rasa gatal pada sekitar bibir dan wajah. Jika keadaan makin memburuk bisa terjadi kejang otot dan penurunan kesadaran.
Hiperventilasi juga disebabkan kimiawi. Keracunan salsilat (aspirin) memyebabkan kelebihan stimulus pada pusat pernapasan karena tubuh berusaha mengompensasi kelebihan karbon dioksida. Amfetamin juga meningkatkan ventilasi dengan meningkatkan produksi karbon dioksida. Hiperventilasi juga dapat terjadi ketika tubuh berusaha mengompensasi asidosis metabolic dengan memproduksi alkalosis respiratorik. Ventilasi meningkat untuk menurunkan jumlah karbon dioksida yang tersedia untuk membentuk asam karbonat.
Pengobatan yang dibutuhkan adalah perlambatan pernafasan jika penyebabnya adalah kecemasan, memperlambat pernafaan dapat meredakan penyakit ini. Jika penyebabnya adalah rasa nyeri, berikan obat pereda rasa nyeri. Atau menghembuskan nafas dalam kantong kertas, dapat membantu meningkatkan karbondioksida, setelah penderita menghirup karbondioksida yang telah dihembuskan sebelumnya. Pilihan ini adalah mengajarkan penderita untuk menahan nafas selama mungkin. Kemudian menarik nafas dangkal dan menahan nafas kembali hal ini dilakukan berulang kali dalam satu rangkaian sebanyak 6 kali sampai 10 kali. Apabila kadar karbondioksida mulai meningkat itu berarti gejala hiperventilasi mulai membaik, sehingga mengurangi kecemasan penderita dan menghentikan serangan alkalosis respiratorik.
Tujuan ventilasi ialah menghasilkan tegangan karbon dioksida di arteri yang normal dan mempertahankan tegangan oksigen di arteri yang normal. Hiperventilasi dan hipoventilasi berkaitan dengan ventilasi alveolar dan bukan berkaitan dengan frequensi pernapasan klien. Hiperventilasi merupakan suatu kondisi ventilasi yang dibutuhkan untuk mengeliminasi karbon dioksida normal di vena,yang diproduksi melalui metabolisme seluler. Hiperventilasi dapat disebabkan oleh : Ansietas (kecemasan) , Infeksi ,Obat-obatan , Ketidakseimbangan asam basa ,Hipoksia yang dikaitkan dengan embolus paru atau syok.














BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas maka dapat di simpulkan :
Hipoksia adalah kekurangan O2 ditingkat jaringan atau defisiensi oksigen karena berkurangnya kadar oksigen dibandingkan kadar normalnya secara fisiologis dalam jaringan dan organ. 
Hipokapnia adalah penurunan kadar CO2 dalam darah, biasanya terjadi akibat hiperventilasi (pernafasan cepat) dan penghembusan CO2 mnyebabkan terjadinya alkalosis (jumlah bikarbonat berlebih).
Hiperkapnia adalah peningkatam kadar CO2 dalam cairan tubuh dan sering disertai dengan hipoksia. Jika CO2 berlebih akan meningkatkan respirasi dan konsentrasi ion hydrogen yang akan menyebabkan asidosis (kadar asam berlebihan).
Hipoventilasi terjadi ketika ventilasi alveolar tidak adekuat memenuhi kebutuhan oksigen tubuh atau mengeliminasi karbon dioksida secara adekuat.
Hiperventilasi merupakan suatu kondisi ventilasi yang berlebihan, yang dibutuhkan untuk mengeliminasi karbon dioksida normal di vena, yang diproduksi melalui metabolism selular. Heperventilasi dapat disebabkan oleh ansietas, infeksi, obat-obatan, ketidakseimbangan asam basa, dan hipoksia yang dikaitkan dengan embolus paru atau syok.





DAFTAR PUSTAKA

http://udayatimade.blogspot.com/2011/05/gejala-kecukupan-oksigen.html


Jumat, 18 Oktober 2013

Contoh Komunikasi Terapeutik Fisio Terapi Dada

SALAM : Assalamu’alaikum bapak
PERKENALAN : perkenalkan nama saya Indah Mumpuni , bapak bisa panggil saya suster indah.
MEMANGGIL NAMA YG DISUKAI : Kalo boleh tau nama bapak siapa? Bapak lebih suka dipanggil siapa? Lebih suka dipanggil mas / pak?
TUJUAN INTERAKSI : Saya kesini saya akan merawat mas hari ini dari jam 7-2 siang, jadi kalo mas X butuh bantuan saya, mas .. bisa meminta bantuan keluarga untuk memanggil saya diruang perawat.
dan saat ini saya akan melakukan FISIO TERAPI DADA
MENANYAKAN PERASAAN : Bagaimana perasaan dan kondisi mas.. pagi ini?
MENGEVALUASI MASALAH KLIEN : Mas X sudah berapa hari dirawatnya? Apa sih yang menyebabkan mas X sampai dibawa keruangan ini?
MELAKUKAN KONTRAK : masih sering sesak ya ibu ?Karena itu saya akan melakukan fisio terapi dada.
 waktunya kurang lebih 10 menit dan tempatnya diruangan ini saja.
TUNJUAN TINDAKAN KEPERAWATAN : Tujuan dari fisio terapi dada ini adalah untuk
Membebaskan jalan nafas dari akumulasi sekret (penumpukan dahak), Mengurangi sesak nafas akibat akumulasi sekret
MENJELASKAN PROSEDUR TINDAKAN YANG AKAN DILAKUKAN : Caranya adalah pertama saya
1.    Mengatur posisi sesuai daerah gangguan paru
2.    Memasang perlak/alas dan bengkok (di pangkuan pasien bila duduk atau di dekat mulut bila tidur miring)
3.    Melakukan clapping dengan cara tangan perawat menepuk punggung pasien secara bergantian
4.    Menganjurkan pasien inspirasi dalam, tahan sebentar, kedua tangan perawat di punggung pasien
5.    Meminta pasien untuk melakukan ekspirasi, pada saat yang bersamaan tangan perawat melakukan vibrasi
6.    Meminta pasien menarik nafas, menahan nafas, dan membatukkan dengan kuat
7.    Menampung lender dalam sputum pot
8.    Melakukan auskultasi paru : mendengarkan suara paru
MELAKUKAN TINDAKAN SESUAI PROSEDUR : Bagaimana? Mas sudah siap?
Tindakan
MENJELASKAN HASIL TINDAKAN : Jadi dahaknya sudah dikelarkan jadi sudah bisa bernafas lega
EVALUASI SUBJEKTIF : Bagaimana perasaannya mas setelah saya lakukan fisio terapi dada?
EVALUASI OBJEKTIF : Jadi dari hasil pengukuran nadi normal, ...
MELAKUKAN RENCANA TINDAK LANJUT : Mas harus banyak makan-makanan yang mengandung banyak gizi untuk pemulihan kondisi tubuh dan juga banyak minum air putih, jangan lupa obatnya diminum
KONTRAK : Mas saya sudah selesai nanti pukul 12 saya akan kesini lagi untuk memberikan obat oral atau obat yang langsung diminum waktunya kurng lebih 5 menit dan tempatnya diruangan ini saja
Ada yang mau mas sampaikan? Kalau tidak ada
Selamat beristirahat ya mas, semoga cepat sembuh

Assalamualaikum

Contoh Komunikasi Terapeutik

SALAM : Assalamu’alaikum bapak
PERKENALAN : perkenalkan nama saya Indah Mumpuni , bapak bisa panggil saya suster indah.
MEMANGGIL NAMA YG DISUKAI : Kalo boleh tau nama bapak siapa? Bapak lebih suka dipanggil siapa? Lebih suka dipanggil mas / pak?
TUJUAN INTERAKSI : Saya kesini saya akan merawat mas hari ini dari jam 7-2 siang, jadi kalo mas X butuh bantuan saya, mas .. bisa meminta bantuan keluarga untuk memanggil saya diruang perawat
dan saat ini saya akan melakukan (APA)
MENANYAKAN PERASAAN : Bagaimana perasaan dan kondisi mas.. pagi ini?
MENGEVALUASI MASALAH KLIEN : Mas X sudah berapa hari dirawatnya? Apa sih yang menyebabkan mas X sampai dibawa keruangan ini?
MELAKUKAN KONTRAK : Karena itu saya akan melakukan ...
 waktunya kurang lebih 10 menit dan tempatnya diruangan ini saja.
TUNJUAN TINDAKAN KEPERAWATAN : Tujuan dari
tindakan ini  ini adalah untuk...
MENJELASKAN PROSEDUR TINDAKAN YANG AKAN DILAKUKAN : Caranya adalah pertama saya ...
MELAKUKAN TINDAKAN SESUAI PROSEDUR : Bagaimana? Mas sudah siap?
Tindakan
MENJELASKAN HASIL TINDAKAN : Jadi dari hasil pengukuran ...
EVALUASI SUBJEKTIF : Bagaimana perasaannya mas setelah saya lakukan pemeriksaan?
EVALUASI OBJEKTIF : Jadi dari hasil pengukuran nadi normal, ...
MELAKUKAN RENCANA TINDAK LANJUT : Mas harus banyak makan-makanan yang mengandung banyak gizi untuk pemulihan kondisi tubuh dan juga banyak minum air putih, jangan lupa obatnya diminum
KONTRAK : Mas saya sudah selesai nanti pukul 12 saya akan kesini lagi untuk memberikan obat oral atau obat yang langsung diminum waktunya kurng lebih 5 menit dan tempatnya diruangan ini saja
Ada yang mau mas sampaikan? Kalau tidak ada
Selamat beristirahat ya mas, semoga cepat sembuh
Assalamualaikum



Contoh Komunikasi Terapeutik Pemeriksaan Tanda Tanda Vital

Assalamu’alaikum bapak
perkenalkan nama saya Indah Mumpuni , bapak bisa panggil saya suster indah.
Kalo boleh tau nama bapak siapa? Bapak lebih suka dipanggil siapa? Lebih suka dipanggil mas / pak?
Saya kesini saya akan merawat mas hari ini dari jam 7-2 siang, jadi kalo mas X butuh bantuan saya, mas .. bisa meminta bantuan keluarga untuk memanggil saya diruang perawat.
dan saat ini saya akan melakukan pemeriksaan TTV
Bagaimana perasaan dan kondisi mas.. pagi ini?
Mas .. sudah berapa hari dirawatnya? Apa sih yang menyebabkan mas... sampai dibawa keruangan ini?
Karena mas.. masih kelihatan lemas dan suhunya masih hangat, sekarang saya akan melakukan pemeriksaan TTV, pemeriksaan TTV itu ada 4 yg pertama mengukur tekanan darah, mengukur denyut nadi, memeriksa suhu bdan, memeriksa pernafasan, waktunya kurang lebih 10 menit dan tempatnya diruangan ini saja.
Tujuan dari pemeriksaan TTV ini adalah untuk mengetahui perkembangan status kesehatan mas... apa kah sudah membaik atau belum..
Caranya adalah pertama saya akan menempatkan termometer di ketiak mas..stlh itu tangan mas purba disilangkan didada kemudian saya akan melakukan pengukuran tekanan darah dan nadi serta pernafasan sambil menunggu termometer diambil lg setelah 10 menit.
Bagaimana? Mas sudah siap?
Ini termometer untuk mengukur suhu badan mas .. saya akan letakkan diketiak, sebelumnya ketiak mas haru dibersihkan terlebih dahulu, mas mau dibersihkan sendiri atau saya bersihkan?
Tindakan
Jadi dari hasil pengukuran ...
Bagaimana perasaannya mas setelah saya lakukan pemeriksaan
Jadi dari hasil pengukuran nadi normal, ...
Mas harus banyak makan-makanan yang mengandung banyak gizi untuk pemulihan kondisi tubuh dan juga banyak minum air putih,
Mas saya sudah selesai nanti pukul 12 saya akan kesini lagi untuk memberikan obat oral atau obat yang langsung diminum waktunya kurng lebih 5 menit dan tempatnya diruangan ini saja
Ada yang mau mas sampaikan? Kalau tidak ada
Selamat beristirahat ya mas, semoga cepat sembuh
Assalamualaikum